/ Blog / Butuh "Healing" tapi Dompet Lagi "Boncos"? Ini Trik Liburan Hemat yang Nggak Kelihatan Murahan!
Artikel

Butuh "Healing" tapi Dompet Lagi "Boncos"? Ini Trik Liburan Hemat yang Nggak Kelihatan Murahan!

Admin Beliin
17 February 2026 4 Views
Butuh
Iklan Google AdSense (In-Article)

Rutinitas kerja 9-to-5 bikin stres numpuk di kepala. Badan rasanya remuk redam. Otak berteriak: "Gue butuh liburaaan! Butuh healing!".

Tapi pas buka aplikasi mobile banking, semangat langsung ambyar. Saldo di rekening kayaknya cuma cukup buat healing ke minimarket depan komplek beli es krim. Impian leyeh-leyeh di pantai Bali atau foto estetik di kafe hits di Bandung langsung buyar.

Banyak orang berpikir liburan itu harus mahal. Harus naik pesawat, harus nginep di hotel berbintang, harus makan di restoran viral. Padahal, esensi dari liburan (healing) itu adalah keluar dari rutinitas dan menyegarkan pikiran. Dan itu bisa dilakukan tanpa harus bikin dompetmu pendarahan hebat.

Yuk, kita bongkar trik liburan low budget tapi tetap berkualitas (dan tetap oke buat konten medsos, tentu saja).

1. Hindari "High Season" dan Tanggal Merah

Hukum ekonomi dasar: permintaan tinggi, harga naik. Kalau kamu liburan pas Lebaran, Natal, Tahun Baru, atau *long weekend*, siap-siap bayar tiket dan hotel 2x sampai 3x lipat lebih mahal. Tempat wisata juga bakal penuh lautan manusia. Bukannya healing, malah pusing.

Triknya: Coba ajukan cuti di hari kerja biasa (weekday), atau pilih masa "Shoulder Season" (masa peralihan antara musim sepi dan musim ramai). Misal ke Bali di bulan Februari-April atau September-Oktober. Cuaca masih oke, harga jauh lebih miring, dan suasana lebih tenang.

2. Prioritaskan Pengalaman, Bukan Penginapan

Tanya ke diri sendiri: Kamu liburan buat tidur di kasur empuk atau buat jalan-jalan eksplor tempat baru? Kalau tujuanmu eksplor, ngapain bayar hotel 2 juta semalam kalau cuma kamu pakai buat numpang tidur 6 jam dan mandi?

Triknya: Alihkan budget penginapan ke budget pengalaman (makan enak, tiket masuk wisata, sewa motor). Cari hostel yang bersih, guesthouse, atau Airbnb yang unik. Banyak kok penginapan 200-300 ribuan yang desainnya estetik dan nyaman banget. Uang sisanya bisa buat kulineran puas.

3. Makan ala Warga Lokal (Local Pride!)

Makan di restoran yang viral di TikTok atau kafe hits yang view-nya bagus itu boleh, sekali-kali aja buat pengalaman (dan konten). Tapi kalau tiap kali makan di situ, ya bangkrut.

Triknya: Cari tahu di mana warga lokal makan. Warung nasi campur yang rame sama penduduk setempat, atau pedagang kaki lima di pasar malam, biasanya menyimpan rasa yang jauh lebih otentik dengan harga yang seperempat dari harga restoran turis. Percayalah, lidahmu akan berterima kasih.

4. Manfaatkan Promo PPOB untuk Transportasi

Transportasi sering jadi pos pengeluaran terbesar. Jangan beli tiket dadakan di loket.

Triknya: Cek aplikasi/website PPOB seperti Beliin sebelum berangkat. Sering ada promo tiket kereta api atau potongan harga untuk pembayaran digital tertentu yang nggak diumumin secara luas. Lumayan kan, hemat 50 ribu di tiket bisa buat nambah jajan bakso di tempat tujuan.

Liburan hemat itu bukan berarti pelit sama diri sendiri, tapi bijak mengalokasikan dana untuk hal yang benar-benar bikin kamu happy. Selamat healing!

Bagikan Artikel:

Butuh Topup Cepat & Murah?

Gabung bersama ribuan member lainnya. Transaksi otomatis 24 jam dengan harga terbaik.

Beli Sekarang 🚀